Selamat Datang
facebooktrik

Terima Kasih telah berkunjung ke situs ini, semoga terhibur :D Bantu klik tombol "Like Button" ya supaya teman yang lain tahu Facebooktrik. Matur nuwun Terima Kasih

20 Juni 2010

Vuvuzela tidak akan dilarang di Piala Dunia

Vuvuzela
Vuvuzela adalah bagian dari budaya menonton sepakbola di Afrika Selatan.
Panitia pertandingan Piala Dunia mengatakan tidak akan melarang vuvuzela dibawa masuk ke stadion di Afrika Selatan meskipun muncul berbagai protes.

Suara yang muncul dari trompet plastik ini disamakan dengan suara ribuan kumbang atau suara lengkingan kawanan gajah.
Bintang Portugal Cristiano Ronaldo mengatakan suara vuvuzela itu mengganggu konsentrasi penonton, sementara penonton televisi mengatakan mereka tidak bisa mendengar suara komentator dari lapangan.
Hanya sedikit saja orang yang tidak menyukai vuvuzela. Memang orang akan menyukai atau tidak. Namun kami di Afrika Selatan suka
Rich Mkhondo.
Namun seorang juru bicara Piala Dunia mengatakan vuvuzela merupakan bagian tidak terpisahkan dari sejarah Afrika Selatan, jadi tidak akan diberlakukan larangan.
Rich Mkhondo juga mengatakan bahwa vuvuzela ini juga disukai oleh penonton dari seluruh dunia.
"Ini bukan instrumen Afrika Selatan saja." katanya. "Vuvuzela sekarang sudah jadi instrumen internasional."
"Orang-orang membelinya dan membawa pulang ke negara masing-masing."
"Hanya sedikit saja orang yang tidak menyukai vuvuzela. Memang orang akan menyukai atau tidak. Namun kami di Afrika Selatan suka." kata Mkhondo.
Pemain belakang Inggris, Jamie Carragher mengatakan suara yang ditimbulkan oleh vuvuzela tidak mempengaruhi permainannya ketika dia diturunkan di babak kedua melawan Amerika Serikat hari Sabtu.
Carragher mengatakan dia sudah membeli dua vuvuzela untuk anak-anaknya.
"Ketika saya diturunkan, saya tidak terganggu sama sekali. Saya kira kita lebih merasakannya ketika menonton melalui televisi." kata Carragher.
Presiden FIFA Sepp Blatter juga mengatakan bahwa vuvuzela adalah bagian tidak terpisahkan dari sepakbola di Afrika Selatan.
"Saya selalu mengatakan bahwa Afrika memiliki ritme yang berbeda, suasar yang berbeda," komentar Blatter di jejaring sosial Twitter.
"Saya tidak melihat kemungkinan kita melarang tradisi musik penonton di negeri mereka sendiri. Siapa yang akan mau melakukan hal seperti itu." kata Blatter.
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa suara yang dikeluarkan oleh vuvuzela, setara 127 decibel, lebih keras dari suara drum yaitu 122 decibel atau suara peluit wasit yaitu 121,8 decibel.

Ronaldo juga protes

Bintang Portugal Ronaldo adalah pemain kesekian yang menyatakan ketidaksenangannya dengan bunyi trompet vuvuzela tersebut.
"Sangat sulit berkonsentrasi di lapangan," kata pemain depan Real Madrid ini.
"Banyak pemain yang tidak menyukainya namun mereka harus membiasakan diri."
Kapten Prancis Patrice Evra mengatakan bunyi dari vuvuzela ini menjadi salah satu sebab buruknya penampilan Prancis melawan Uruguay yang berakhir seri 0-0.
"Kami tidak bisa tidur karena vuvuzela. Penonton sudah membunyikannya sejak jam 6 pagi."
"Kami juga tidak bisa berbicara satu dengan yang lain di lapangan." kata Evra.
sumber : www.bbc.co.uk/indonesia


Share

FeedGratis berlangganan artikel via RSS FEED

Anda juga bisa berlangganan artikel via email dengan cara masukkan email anda pada form dibawah lalu 'Subscribe'



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar tentang artikel ini melalui kolom dibawah. Jika identitas anda tidak ingin dipublikasikan silahkan menulis komentar sebagai Anonim. Terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting