Selamat Datang
facebooktrik

Terima Kasih telah berkunjung ke situs ini, semoga terhibur :D Bantu klik tombol "Like Button" ya supaya teman yang lain tahu Facebooktrik. Matur nuwun Terima Kasih

18 Juni 2010

Resensi Film Sex And The City 2

Hura-hura, mode, persahabatan: "Sex and the City 2" menghadirkan kembali Carrie (Sarah Jessica Parker), Samantha (Kim Cattrall), Charlotte (Kristin Davis) dan Miranda (Cynthia Nixon) dengan kisah yang lebih menarik dari kota New York dan sekitarnya - kehidupan pekerjaan dan cinta mereka

Apa yang terjadi setelah Anda berkata "Aku bersedia?" Kehidupan yang selama ini mereka impikan, tetapi bukan "Sex and the City" jika tidak penuh dengan kejutan - kali ini perjalanan jauh dari New York ke salah satu kota paling mewah, tempat-tempat eksotis dimana pesta tidak pernah berakhir dan sesuatu yang misterius di setiap sudutnya. Ini adalah pelarian di waktu dan tempat yang tepat bagi empat sahabat ini, mengenal diri mereka masing-masing lebih dalam, ikatan pernikahan, rumah tangga dan lainnya.


Mari ucapkan sekali lagi seruan yang pernah diteriakkan Candace Bushnell: Selamat Datang di Zaman Non-Kepolosan. Lewat kolom-kolomnya di New York Observer pada musim gugur 1994, Bushnell telah merayakan apa yang dia sebut sebagai "hubungan dan kebiasaan bersetubuh yang tidak sentimentil."

Tokoh-tokoh dalam tulisan yang blak-blakan, kurang berperasaan dan mengandung selera humor yang kejam itulah yang kemudian mengilhami lahirnya serial televisi berjudul Sex and the City. Pada 1998, serial yang diputar di HBO dan digandrungi di seluruh dunia itu untuk pertama kalinya diangkat ke layar lebar. Tahun ini, muncul sekuelnya yang kedua. 

Bagi yang tidak menonton film pertamanya, jangan khawatir, Sex and the City 2 (SACT-2) tidak akan membuat Anda bingung. Tinggal duduk manis, mengunyah pop-corn limaribuan dan nikmati empat perempuan menopause (salah satunya masih lajang) New York yang tidak henti-hentinya membahas kehidupan cinta mereka. 

Carrie Bradshaw akan memandu Anda dengan narasinya, dan memperkenalkan tiga sahabatnya, Samantha, Miranda dan Charlotte, serta menceritakan awal-mula mereka bertemu, dan siapa serta bagaimana keadaan mereka saat ini. Lalu, sebuah resepsi pernikahan pasangan gay mempertemukan mereka kembali. Alur kemudian bergulir dengan menyoroti satu per satu problem yang tengah dihadapi perempuan-perempuan itu. 

Carrie (Sarah Jessica Parker), seorang novelis dan penulis freelance, di tengah suasana perayaan dua tahun pernikahannya dengan Big (Chris Noth) mengalami kegelisahan "eksistensial" atas kehidupan rumah tanggannya, sekaligus kariernya. Sambil dag dig dug menunggu respon pers atas novel terbarunya dan persiapannya untuk kembali menulis di Vogue, Carrie menegosiasikan kembali hubungannya dengan Big, dan berdiskusi untuk mencari kemungkinan-kemungkinan variasi bagi kelangsungan perkawinan mereka. 

Miranda (Cynthia Nixon), seorang pengacara, tidak tahan lagi dengan tekanan bosnya dan akhirnya bersorak girang setelah berhasil memutuskan untuk berhenti bekerja. Charlotte (Kristin Davis), ibu rumah tangga yang baik, setiap hari harus menghadapi dua anak balitanya yang rewel ditambah dengan pengasuhnya yang seksi dan membuatnya takut kalau-kalau suaminya tergoda.

Sementara, Samantha (Kim Cattral), seorang publisis, si lajang binal, sibuk dengan krim-krim hormon perangsangnya agar di usianya yang sudah paroh baya itu masih tetap bisa menikmati seks yang dahsyat dari pria-pria muda. 

Karena versi layar lebar dari sebuah serial TV pada dasarnya adalah versi yang dipanjangkan, maka setelah hamparan problem-problem itu harus ada satu motif yang terus mempertemukan mereka. Alkisah, Samantha yang diundang ke premiere film seorang sahabatnya (tentu saja cowok, muda dan hot), berkenalan dengan produser film itu yang juga seorang pengusaha kaya dari Arab. Dia punya hotel dan maskapai.

Karena Samantha adalah publisis, maka sang pengusaha pun mengudangnya untuk berkunjung selama seminggu ke hotelnya di Abu Dhabi, dengan penerbangan kelas satu. Samantha mengajukan syarat, boleh membawa tiga orang sahabatnya. Ya sudah, separo lebih dari film ini kemudian mengikuti petualangan empat emak-emak kaya dari New York yang melancong gratisan ke kota yang digadang sebagai "Timur Tengah Baru" itu. 

Jadilah, SACT-2 sebuah parade fashion, makanan dan tempat-tempat eksotik yang dibalut dengan budaya dan tradisi Timur Tengah. Sampai-sampai, Harian The New York Times memelesetkan judul film ini menjadi "Sex and the City: The Sand of Time". 

Selama kunjungan humas di Abu Dhabi tersebut, konflik-konflik baru digali. Carrie bertemu dengan mantan pacarnya,lalu makan malam bersama, ciuman dan merasa sangat bersalah. Semetara Samantha terus saja berulah dengan kejalangannya sampai-sampai melanggar norma-norma masyarakat setempat dan harus berurusan dengan polisi. Di luar alurnya yang datar tipikal serial TV, film ini cukup "fun", banyak membuat tertawa dan memanjakan mata. Tapi, apa yang kita tertawakan sebenarnya? 

Dikerjakan oleh sutradara yang sama dengan film sebelumnya, Michael Patrick King, SATC-2 adalah curhat perempuan-perempuan menopause yang hidupnya mengawang-ngawang. Kita seperti menonton fantasi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan siapa pun, di mana pun. Selera humor yang kejam dan tak berperasaan seperti terbaca pada kolom-kolom yang kemudian dibukukan dengan judul Sex and the City itu, lenyap di film, digantikan dengan kekonyolan absurd Samantha yang, awalnya sih lucu, tapi lama-lama membosankan, bahkan norak. 

Dan, Carrie, aduh, siapa sih yang peduli ketika dia dengan rempong dan penuh drama menelepon suaminya, atas nama kejujuran, mengakui bahwa dia telah berciuman dengan mantannya. Perempuan-perempuan ini membuat kita frustrasi karena "ternyata" hanya hal-hal seperti itulah problem hidup mereka. 

Jadi, kalau Anda memang bisa tertawa menonton film ini, apa sebenarnya yang kita tertawakan? Lawakan dunia homoseksual? Karikatur Amerika tentang impian kebebasan masyakarat Islam-Arab lewat Birkin dan Louis Vuitton? Kecuali kau cowok gay remaja penggemar berat Beyonce yang kesibukan terbesar dalam hidupnya adalah memelototi halaman-halaman fashion majalah gaya hidup dari luar negeri, duduk selama dua jam lebih menonton film ini akan terasa buang-buang waktu.

Tapi, kalau memang tak ada acara lain yang lebih penting pada malam Minggu, menonton film ini bisa sedikit menghibur. Setidaknya, tunggu saja sampai adegan Samantha, dengan G-string melorot di kakinya, mengoleskan krim hormon di labianya!

Jenis Film : Drama
Pemain : Michael Patrick King, Sarah Jessica Parker, John P. Melfi, Darren Star
Produksi : Warner Bros. Pictures
Rating LSF : Dewasa (adult)
Durasi : 145

Trailer Sex And The City 2

sumber : http://ceriwis.us/showthread.php?t=18872


Share

FeedGratis berlangganan artikel via RSS FEED

Anda juga bisa berlangganan artikel via email dengan cara masukkan email anda pada form dibawah lalu 'Subscribe'



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar tentang artikel ini melalui kolom dibawah. Jika identitas anda tidak ingin dipublikasikan silahkan menulis komentar sebagai Anonim. Terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting