Selamat Datang
facebooktrik

Terima Kasih telah berkunjung ke situs ini, semoga terhibur :D Bantu klik tombol "Like Button" ya supaya teman yang lain tahu Facebooktrik. Matur nuwun Terima Kasih

16 Juni 2010

Rumah Sakit Mata 'Bersayap' Hinggap di Indonesia

img

Jakarta, Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan mata di Indonesia, khususnya penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan, Menteri Kesehatan meresmikan program Orbis Flying Eye Hospital (FEH), Rumah Sakit 'bersayap'.

Angka kebutaan penduduk Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu sekitar 1-1,5 persen, dengan prevalensi penyebab utama katarak 0,78 persen, glaukoma 0,2 persen, kelainan refraksi 0,14 persen, gangguan retina 0,13 persen, kelainan retina 0,1 persen dan penyakit mata lain 0,15 persen.

Untuk itu, kerjasama dengan LSM dari dalam dan luar negeri sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia, salah satunya dengan FEH Orbis Internasional.
"Saya menyambut baik kerjasama yang dimotori Pimpinan Pusat Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) dengan FEH Orbis Internasional," ujar Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH saat meresmikan program tersebut di Lanuma Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

Orbis Internasional adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi dan memiliki misi untuk menghilangkan kebutaan yang dapat dihindari di negara-negara berkembang.

Salah satu programnya adalah FEH Orbis Internasional, yang telah berjalan sejak tahun 1982. 'Rumah sakit bersayap' ini merupakan pesawat terbang DC-10 bermesin jet yang dilengkapi peralatan canggih serta dokter mata yang profesional, dan telah mengunjungi ratusan kota di seluruh dunia.

Dalam program tersebut, Orbis, Alcon sebagai mitra pendukung utama, bersama Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) akan memberikan layanan kesehatan mata baik medis dan pembedahan, serta training pada 14-26 Juni 2010. Kegiatan akan dilangsungkan di FEH dan RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kegiatan serupa juga akan dilangsungkan di Surabaya pada tanggal 28 Juni-10 Juli 2010. Kali ini, FEH akan bekerja sama dengan RS Dr Soetomo, Surabaya.

Menkes juga menuturkan bahwa kerjasama ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena Orbis memiliki peralatan canggih dan tenaga yang terampil. Hal ini dapat dilihat dari sejarah kerjasama Orbis dengan PP Perdami yang telah melatih lebih dari 200 dokter spesialis mata di Jakarta dan Surabaya.

"Kerjasama ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan yang disebabkan oleh katarak, glaukoma, kebutaan karena kornea dan penyakit lain penyebab kebuataan," tambah Menkes.

Kerjasama dalam penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan telah dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rejabilitatif, oleh LSM dalam dan luar negeri seperti Helen Keller Internasional (HKI), Lions Club, CBM, Yayasan Dharmais, Yayasan Mata Hati dan Orbis Internasional.

Menkes juga menambahkan, dalam penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan untuk mencapai Vision 2020 - The Right to Sight, seperti yang dicanangkan WHO pada tahun 1999, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (Renstranas PGPK) melalui Kepmenkes No. 1473/MESKES/SK/2005.

Dalam Renstranas disebutkan, pelayanan kesehatan indera penglihatan dikembangkan melalui pelayanan di Puskesmas, Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) dan Rumah Sakit.

sumber : health.detik.com 


Share

FeedGratis berlangganan artikel via RSS FEED

Anda juga bisa berlangganan artikel via email dengan cara masukkan email anda pada form dibawah lalu 'Subscribe'



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar tentang artikel ini melalui kolom dibawah. Jika identitas anda tidak ingin dipublikasikan silahkan menulis komentar sebagai Anonim. Terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting