Selamat Datang
facebooktrik

Terima Kasih telah berkunjung ke situs ini, semoga terhibur :D Bantu klik tombol "Like Button" ya supaya teman yang lain tahu Facebooktrik. Matur nuwun Terima Kasih

13 Juni 2010

jangan anggap remeh lelah terus menerus

Lelah? Wajar jika Anda seharian bekerja. Tapi bagaimana jika rasa lelah itu tak kunjung pergi apalagi disertai gejala fisik lainnya seperti mual, demam, susah tidur atau dada terasa sakit? Bisa jadi itu gejala awal penyakit serius.

Setelah bekerja di kantor seharian, mengurus suami dan si kecil memang membuat badan pegal dan kecapekan. Maunya ingin istirahat dan tidur
di pembaringan yang empuk. Sekarang, banyak cara dilakukan orang agar rasa lelah bisa diatasi. Dengan olahraga, makanan bergizi, minum jamu anti capek dan pegal-pegal atau minum suplemen tertentu agar badan tidak mudah capek.

Tubuh bisa saja fit dan bugar dengan cara seperti itu. Tapi, bagaimana jika rasa lelah itu tiap hari datang. Bisa saja rasa lelah merupakan pertanda awal hadirnya suatu penyakit di tubuh. Bisa karena defisiensi zat gizi atau vitamin tertentu, asma, infeksi jamur (Histoplasmosis), atau Chronic Fatigue Syndrome.

Pertanda Awal Penyakit Jantung
Rasa lelah merupakan salah satu gejala awal penyakit jantung, jadi jangan diremehkan. Asal tahu, penyakit jantung memiliki gejala-gejala antara lain kelelahan yang tidak biasa, pola tidur terganggu, sulit bernapas dan ketidakmampuan mencerna. Biasanya gejala ini muncul sebulan lebih awal dari serangan jantung sehingga apabila segera disadari akan memberikan cukup waktu untuk pencegahan.

Menurut Prof. Jean McSweeney dari Universitas Arkansas dalam penelitiannya, sakit dada menjadi alasan utama mengapa wanita memiliki gejala serangan jantung yang tidak diketahui dibanding pria.
Dalam penelitian terbaru, peneliti Amerika menanyai lebih dari 500 wanita penderita penyakit jantung dan dilaporkan hampir semuanya merasakan gejala baru atau berbeda dalam beberapa minggu sebelum serangan jantung. Tujuh dari sepuluh merasakan kelelahan yang tidak biasa dan hampir setengah menderita gangguan tidur dan kesulitan bernapas.

Penelitian ini adalah yang pertama kali melansir bahwa kelelahan luar biasa dan kesulitan tidur sebagai suatu kemungkinan yang bisa jadi merupakan pertanda dini serangan jantung pada perempuan.

Akibat Defisiensi Vitamin
Sejumlah vitamin berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Vitamin memiliki fungsi yang sangat bervariasi dan berperan dalam pertumbuhan, melahirkan keturunan yang sehat serta menjaga kesehatan. Vitamin sangat penting dalam metabolisme tubuh, yang memungkinkan tubuh menggunakan zat nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein dan mineral.

Gejala kelelahan juga bisa terjadi karena defisiensi vitamin B6 dan B12. Seperti diketahui, vitamin B6 berguna melepaskan energi yang terkandung dalam makanan, menjaga kesehatan jantung, saraf dan kekebalan tubuh, metabolisme protein dan produksi hormon, kesehatan kulit, rambut dan sel-sel darah serta perbaikan genetik. Jika terjadi kekurangan vitamin B6, salah satu gejala yang timbul adalah lemah dan lelah, yang disertai nafsu makan menurun, dermatitis, sariawan, rentan terhadap infeksi dan terkadang kejang-kejang dan amenia. Defisiensi berperan penting dalam penyakit jantung, pembentukan batu ginjal, rasa sakit pada pergelangan tangan dan depresi. Vitamin B6 banyak terdapat pada ikan, daging, telur, susu dan padi-padian.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga menunjukkan gejala-gejala kelelahan, sakit kepala, dan cepat marah. Biasanya, rasa lelah ini disertai rasa mual, turunnya nafsu makan, sariawan, diare, hilang rasa pada tangan dan kaki, menurunnya daya ingat dan depresi. Vitamin ini sangat berperan dalam pelepasan energi yang terkandung dalam makanan, metabolisme asam animo dan asam lemak, menjaga kesehatan saraf, sel-sel arah, kulit dan rambut serta produksi materi genetik. Daging, ikan, telur dan produksi hewani adalah sumber vitamin B12.

Gejala Asma
Kelelahan, pikiran (gangguan emosi), dan lelah jasmani juga bisa mengundang penyakit asma. Penyakit ini ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu.

Anda perlu tahu kalau pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang merangsang), infeksi saluran nafas terutama penyakit influenza tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan.

Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan (berupa pilek/bersin atau batuk yang sering berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi alergi.

Karena Hiperkalsemia
Dalam sebuah Simposium Peningkatan Kualitas Pelayanan terhadap Pasien Kanker dengan tema Diagnosis dan Penatalaksanaan Sindroma Paraneoplastik, Gangguan Hemostasis dan Trombosis pada Kanker, gejala lelah juga didapati dalam penyakit kanker. Menurut dr. Hilman Tadjoedin, SpPD, salah satu pembicara dalam simposium tersebut mengatakan pada sindroma paraneoplastik (tanda awal proses keganasan dan petunjuk penting deteksi dini kanker), terjadi gangguan elektrolit dan metabolik berupa hiperkalsemia. Hiperkalsemia adalah peningkatan kadar kalsium dalam darah, memberi gejala yang melibatkan multi-organ. Diantaranya, mudah lelah, yang disertai rasa gatal-gatal, dehidrasi, kejang, perubahan status mental, berat badan turun, mual-muntah, susah BAB, sering kencing, detak jantung melambat/ tidak teratur, bahkan bisa sampai henti jantung.

Hepatitis A
Tubuh yang lelah berkepanjangan juga menjadi pertanda awal seseorang terserang Virus Hepatitis A (HVA) . Orang yang terkena hepatitis A akan merasa, lelah, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, rasa tidak enak di perut kanan atas dan gejala seperti flu seperti demam (biasanya <39 derajat celsius), keluar ingus dari hidung, sakit tenggorokan dan batuk.

Gambaran klinis infeksi akut HVA sangat beragam, dari tanpa gejala sampai dengan gejala yang juga bervariasi lagi dari tanpa disertai warna kuning pada kulit dan mata sampai yang disertai gejala tersebut. Untuk itu, jangan biarkan Anda dan anak menyepelekan rasa lelah yang disertai rasa mual, muntah dan demam.

Sindrom Lelah Kronik (CFS)
Dr. E. Mujadid, SpPD dan Dr. Hamzah Shatri, SpPD, staf Subbagian Psikosomatik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI dalam tulisannya di sebuah situs kesehatan mengatakan, rasa lelah dapat merupakan suatu keadaan fisiologis akibat aktivitas fisik maupun psikis. Tapi rasa lelah juga bisa merupakan suatu gejala penyakit yang mendorong seseorang untuk berobat seperti rasa lelah yang berkepanjangan.
Lebih lanjut, diungkapkan bahwa kumpulan gejala dengan keluhan utama rasa lelah yang lama disertai dengan gejala-gejala fisik, konstitusi dan neuropsikilogis telah lama dikenal dengan berbagai diagnosis yang menunjukkan banyaknya variasi gejala penyakit tersebut.

Holmes dkk dari U.S. Center for Disease Control and Prevention (US CDC) mengemukakan sejumlah kriteria diagnosis dan menyebut hal itu sebagai Chronic Fatigue Syndrome (CFS) yang lebih menekankan kepada gejala utama gangguan ini, yaitu lelah kronik. CFS merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan rasa lelah kronik yang berlangsung terus-menerus atau berulang dalam waktu enam bulan atau lebih yang disertai gejala demam tidak tinggi, nyeri tenggorok (faringitis), nyeri yang kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar, gejala psikis terutama depresi dan gangguan tidur.

CFS lebih sering dijumpai pada wanita daripada pria, terutama pada usia 25-45 tahun. Laporan kasus pada umumnya berupa kasus sporadis terutama dari negara-negara industri maju. Kejadian outbreak pernah dilaporkan pada tahun 1934 di Los Angeles, tahun 1955 di Royal Free Hospital London, dan di Florida tahun 1956. Kejadian ini banyak dihubungkan dengan keadaan lingkungan dan infeksi virus sebagai penyebab. Prevalensi (jumlah penderita) belum dapat diketahui secara tepat. Kendalanya, masalah diagnosis dan interpretasi rasa lelah yang lebih bersifat subyektif.

Di Indonesia sendiri belum pernah dilaporkan adanya kasus CFS. Namun di Poliklinik Subbagian Psikosomatik Penyakit Dalam RSCM didapatkan beberapa kasus yang dapat dikelompokkan sebagai CFS. Kasus-kasus tersebut terutama berkaitan dengan pasca hepatitis virus/karier, pasca tifoid, faringitis chronis, depresi dan stressor psikososial. Semuanya merupakan kasus rujukan karena dicurigai adanya gangguan psikosomatik (emosional).

Penyebab CFS sampai saat ini belum diketahui beberapa hipotesis menyebutkan CFS terjadi dipengaruhi antara lain pasca infeksi virus, faktor immonologis, hormonal dan psikososial.

Gejala Lelah Kronik
Berbagai hasil studi menunjukkan penyebab CFS (lelah kronik) multifaktor dan patofisiologinya sangat komplek. Namun, faktor psikologisnya diyakini merupakan faktor primer terjadinya CFS, sedangkan kondisi lain merupakan faktor sekunder.

sumber : http://ceriwis.us/showthread.php?t=20978


Share

FeedGratis berlangganan artikel via RSS FEED

Anda juga bisa berlangganan artikel via email dengan cara masukkan email anda pada form dibawah lalu 'Subscribe'



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar tentang artikel ini melalui kolom dibawah. Jika identitas anda tidak ingin dipublikasikan silahkan menulis komentar sebagai Anonim. Terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting