Selamat Datang
facebooktrik

Terima Kasih telah berkunjung ke situs ini, semoga terhibur :D Bantu klik tombol "Like Button" ya supaya teman yang lain tahu Facebooktrik. Matur nuwun Terima Kasih

16 Juni 2010

Bagaimana Kejut Listrik Bisa Mengatasi Depresi?

img

Columbia, Jauh sebelum obat antidepresan dikenal luas, penderita depresi berat ditangani dengan kejut listrik. Meskipun efektif, terapi ini dapat menyebabkan hilang ingatan sehingga peneliti mengembangkannya lagi untuk mengurangi efek samping.

Terapi kejut listrik atau Electroconvulsive Therapy (ECT) sudah dikenal sejak 30 tahun lalu dan pernah muncul dalam film One Flew Over The Cuckoo's Nest produksi tahun 1975. Tujuannya adalah menciptakan kejang dengan mengalirkan arus listrik di otak pasien.

Pada masa itu, penderita depresi yang juga menderita epilepsi menjadi lebih baik setelah menjalani ECT. Kalangan psikiater mengatakan bahwa pada sepertiga penderita depresi berat yang tidak mempan diberi obat, ECT merupakan solusi yang paling efektif.
Dikutip dari Dailymail, Selasa (15/6/2010), ECT memicu produksi dari hormon serotonin. Sejumlah teori mengungkapkan kekurangan hormon tersebut merupakan salah satu penyebab depresi berat, sehingga bisa diseimbangkan dengan ECT.

Beberapa penelitian juga mengatakan, ECT memicu pertumbuhan pembuluh darah baru di otak yang membantu mengatasi depresi. Namun mekanismenya hingga kini belum diketahui secara pasti.

Meski cukup efektif, terapi ini ternyata memiliki efek samping yang cukup mengerikan. Karena itu, saat ini penggunaan ECT untuk mengatasi depresi mulai ditinggalkan.

Selain menyebabkan kebingungan, ECT juga memicu kehilangan memori jangka panjang atau pendek. Sekitar setengah dari pasien yang menjalani terapi ini mengalami efek samping tersebut.

Akibatnya popularitas ECT terus menurun dan mencapai titik terendah pada era tahun 1970-an. Pada tahun 1980 tercatat hanya 30.000 pemakaian ECT di seluruh Inggris, angka ini jauh dibandingkan catatan tahun 1972 yang masih mencapai 60.000.

Ditemukannya obat antidepresan trisiklik pada tahun 1950-an turut menggeser popularitas ECT. Terlebih ketika antidepresan yang jauh lebih aman, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) diperkenalkan tak lama kemudian.

Namun baru-baru ini, peneliti dari Columbia University merancang prosedur ECT terbaru yang diklaim mampu mengurangi efek samping. Jika pada ECT konvensional arus listrik dialirkan selama 1,5 milidetik, maka pada prosedur terbaru dipersingkat menjadi 0,3 milidetik.

Prosedur baru ini bisa mengurangi risiko kehilangan ingatan, serta memberikan waktu pemulihan 2 kali lebih cepat. Hasil pengujian sementara menunjukkan keberhasilan terapi meningkat hingga 73 persen dibandingkan prosedur konvensional.

sumber : health.detik.com


Share

FeedGratis berlangganan artikel via RSS FEED

Anda juga bisa berlangganan artikel via email dengan cara masukkan email anda pada form dibawah lalu 'Subscribe'



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar tentang artikel ini melalui kolom dibawah. Jika identitas anda tidak ingin dipublikasikan silahkan menulis komentar sebagai Anonim. Terima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting